RENUNGAN BUAT MUSLIMAH

Published June 24, 2009 by umygeminy

CATATAN SEORANG PRIA

 

Tahukan kamu, mengapa saya suka wanita berjilbab? Jawabannya sederhana, karena mata saya susah di ajak kompromi. Bisa dibayangkan , bagaimana kalau saya harus mengontrol mata saya ini, mulai dari keluar pintu rumah hingga kembali masuk kerumah lagi. Dan kamu tau? Di kampus tempat saya seharian disana, ke arah manapun saya memandang selalu membuat mata saya terbelalak. Hanya dua arah yang bias membuat saya tenang, yaitu mendongak ke atas langit atau menunduk ke arah tanah.

Melihat kedepan, ada perempuan berlenggok dengan seutas tank top. Menoleh ke kiri, pemandangan “pinggul terbuka”. Menghidar kekanan, ada sajian “celana ketat plus you can see”. Balik ke belakang dihadang oleh “Dada menantang”. Astaghfirullah, kemana lagi mata ini harus memandang?

Kalau berbicara tentang “Nafsu, jelas saya suka. Hal seperti di atas , itu mah kurang merangsang. Tapi sayang, saya tidak ingin hidup ini dibalut oleh nafsu. Saya juga butuh hidup dengan pemandangan yang membuat saya tenang. Saya ingin melihat wajah wanita, bukan sebagai objek pemuas mata, tapi sebagai sosok yang anggun mempesona, dan kalau dipandang, bikin sejuk di mata. Bukan paras yang membuat mata panas, membuat iman lepas ditarik oleh pikiran “ngeres” dan hatipun menjadi keras.

Andai saja wanita mengerti apa yang dipikirkan seorang laki-laki ketika mereka berpakaian seksi, saya yakin mereka tak mau tampil seperti itu lagi..Kecuali, bagi mereka yang memang punya niat untuk menarik laki-lakidengan aset berharga yang mereka punya.

Istilah ‘seksi’ kalau boleh saya defenisikan- berdasarkan kata dasarnya adalah ‘penuh daya tarik seks’. Kalau ada wanita yang dikatakan seksi oleh para lelaki, janganlah berbangga hati dulu. Sebagai seorang manusia yang punya fitrah dihormati dan dihargai, semestinya anda malu. Karena penampilan seksi itu sudah membuat mata lelaki menelanjangi anda, membayangkan anda sebagai objek syahwat dalam alam pikirannya. Berharap anda melakukan lebih seksi, lebih, dan lebih lagi. Dan anda tau, kesimpulan apa yang ada dalam benak sang lelaki? Kesimpulannya adalah anda bisa di ajak untuk begini dan begitu, alias “gampangan”.

Mau tidak mau, sengaja atau tidak, anda sudah membuat diri anda tidak dihargai dan dihormati oleh penampilan anda sendiri, yang anda sajikan pada mata lelaki. Jika sesuatu buruk terjadi pada diri anda, apaitu dengan kata-kata yang nyeleneh, pelecehan seksual atau mungkin sampai pada pemerkosaan. Siapa yang semestinya yang disalahkan? Saya yakin anda menjawab ‘lelaki’,bukan? Betapa tersiksanya menjadi seorang lelaki di jaman sekarang ini.

Kalau boleh saya ibaratkan, tak ada pembeli kalau tidak ada yang jual. Simpel saja, orang pasti akan membeli kalau ada yang nawarin. Apalagi kalau barang bagus itu gratis, seperti semua orang akan berebut menerima, nah, apa bedanya dengan anda menawarkan penampilan seksi pada khalayak ramai? Saya yakin, siapa yang melihat pasti ingin mencicipinya.

Begitulah seharian tadi, saya harus menahan penyiksaan mata ini. Bukan hanya hari ini saja, tapi seperti itulah rata-rata setiap harinya. Saya ingin protes, tapi mau protes ke mana? Apakah saya harus menikmatinya? Tapi saya sungguh takut dengan Dzat yang memberi mata ini. Bagaimana nanti saya mempertanggungjawabkannya? Sungguh suatu dilema yang berkepanjangan dalam hidup saya.

Allah Ta’ala telah berfirman,”katakanlah kepada laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya, yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.”Katakanlah kepada wanita beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya.” (QS. An-Nuur 30-31)

Jadi tak salah bukan, kalau saya sering berdiam di ruangan kecil ini, duduk di depan computer, menyerap sekian juta elektron yang terpencar dari monitor? Saya hanya ingin menahan pandangan mata ini. Biarlah mata saya ini rusak oleh radiasi monitor, daripada saya tidak bisa mempertanggungjawabkannya nanti. Jadi, tak salah juga bukan, kalau saya paling malas di ajak ke mall, jjs, kafe, dan semacam tempat yang selalu menyajikan keseksian.

Saya yakin, banyak laki-laki yang punya dilema seperti saya ini. Mungkin ada yang menikmati, tetapi sebagian besar ada yang takut dan bingung harus berbuat apa. Bagi anda para wanita, apakah akan selalu dan semakin menyiksa kami sampai tak mampu lagi memikirkan mana yang baik dan mana yang buruk, kemudian terpaksa mengambil keputusan untuk menikmati pemandangan yang anda tayangkan?

So, berjilbablah! Karena itu sungguh nyaman, tentram, anggun, cantik, mempesona dan tentunya sejuk dimata. (dari sebuah blog)

(ELCDJ)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: