Yang Tidak Diperbolehkan Selama Masa Haid

Published December 25, 2011 by umygeminy

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Pak ustadz, Hal-hal apakah yang tidak bisa dilakukan selama masa haid? Apakah memangkas kuku dan memotong rambut termasuk hal-hal yang tidak bisa dilakukan selama masa haid? Mohon jawaban dan penjelasan pak ustadz.

Wassalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh

Ayu.

Ade Ayu

Jawaban

Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh,

Memotong rambut dan kuku saat haidh bukan hal yang terlarang saat seorang wanita mendapat haidh. Sebab landasan syar’i atas larangan hal itu tidak berlandaskan dalil Quran maupun sunnah, kecuali hanya sekedar nalar manusiawi. Seharusnya ada dalil yang tegas dari kitabullah atau sunnaturasulillah yang dibawakan oleh mereka yang mengatakan hal itu.

Adapun perbuatan yang haram dilakukan wanita yang sedang haid, sebagaimana yang telah diatur dalam Al-Quran dan As-sunnah antara lain adalah:

1. Shalat

Seorang wanita yang sedang mendapatkan haid diharamkan untuk melakukan salat. Begitu juga mengqadha `shalat. Sebab seorang wanita yang sedang mendapat haid telah gugur kewajibannya untuk melakukan salat. Dalilnya adalah hadits berikut ini:

عن عائشة رضي الله عنها: أن فاطمة بنت أبي حبيش كانت تستحاض, فقال لها رسول الله صلى الله عليه وسلم: إن دم الحيض دم أسود يعرف, فإذا كان ذلك فأمسكي عن الصلاة, فإذا كان الآخر فتوضئي وصلي, رواه أبو داود والنسائي, وصححه ابن حبان والحاكم, واستنكره أبو حاتم

Dari Aisyah ra berkata, Fatimah binti Abi Hubaisy mendapat darah istihadha, maka Rasulullah SAW bersabda kepadanya, Darah haidh itu berwarna hitam dan dikenal. Kapan yang yang keluar seperti itu, janganlah shalat. Kapan sudah selesai, maka berwudhu’lah dan lakukan shalat. .

Dari Aisyah ra. berkata, Di zaman Rasulullah SAW dahulu kami mendapat haid, lalu kami diperintahkan untuk mengqadha `puasa dan tidak diperintah untuk mengqadha` shalat. .

Selain itu juga ada hadits lainnya:

`Dari Fatimah binti Abi Khubaisy bahwa Rasulullah SAW bersabda, Kapan kamu mendapatkan haid maka tinggalkan shalat.

2. Berwudu `atau Mandi

As Syafi `iyah dan al-Hanabilah mengatakan bahwa` wanita yang sedang mendapatkan haid diharamkan berwudu `dan mandi janabah. Maksudnya adalah bahwa seorang yang sedang mendapatkan haidh dan darah masih mengalir, lalu berniat untuk bersuci dari hadats besarnya itu dengan cara berwudhu ‘atau mandi janabah, seolah-olah darah haidhnya sudah selesai, padahal belum selesai.

Sedangkan mandi biasa dalam arti membersihkan diri dari kuman, dengan menggunakan sabun, shampo dan lainnya, tanpa berniat bersuci dari hadats besar, bukan merupakan larangan.

3. Puasa

Wanita yang sedang mendapatkan haid dilarang melakukan puasa dan untuk itu ia diwajibkannya untuk menggantikannya dihari yang lain.

وعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أليس إذا حاضت المرأة لم تصل ولم تصم, متفق عليه

Dari Abi Said Al-Khudhri ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, Bukankah bila wanita mendapat hatdh, dia tidak bisa shalat dan puasa?

4. Tawaf

Seorang wanita yang sedang mendapatkan haid dilarang melakukan tawaf. Sedangkan semua praktek ibadah haji tetap bisa dilakukan. Sebab tawaf itu mensyaratkan seseorang suci dari hadats besar.

وعن عائشة رضي الله عنها قالت: لما جئنا سرف حضت, فقال النبي صلى الله عليه وسلم: افعلي ما يفعل الحاج غير أن لا تطوفي بالبيت حتى تطهري, متفق عليه

Dari Aisyah ra. berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, Kapan kamu mendapat haid, lakukan semua praktek ibadah haji kecuali bertawaf di sekeliling ka `bah sampai kamu suci.

5. Menyentuh mushaf dan Membawanya

Allah SWT berfirman di dalam Al-Quran Al-Kariem tentang menyentuh Al-Quran:

لا يمسه إلا المطهرون

Dan tidak menyentuhnya kecuali orang yang suci

Jumhur Ulama sepakat bahwa orang yang berhadats besar termasuk juga orang yang haidh dilarang menyentuh mushaf Al-Quran

6. Melafazkan ayat-ayat Al-Quran

Kecuali dalam hati atau doa / dzikir yang lafznya diambil dari ayat Al-Quran secara tidak langsung.

`Rasulullah SAW tidak terhalang dari membaca Al-Quran kecuali dalam keadaan junub`.

Namun ada pula pendapat yang memungkinkan wanita haidh membaca Al-Quran dengan catatan tidak menyentuh mushaf dan takut lupa akan hafalannya bila masa haidhnya terlalu lama. Juga dalam membacanya tidak terlalu banyak.

Pendapat ini adalah pendapat Malik. Demikian disebutkan dalam Bidayatul Mujtahid jilid 1 hal 133.

7. Akses Masjid

Dari Aisyah ra berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, Tidak ku halalkan masjid untuk orang yang junub dan haidh.

8. Bersetubuh

Wanita yang sedang mendapat haid haram bersetubuh dengan suaminya. Keharamannya ditetapkan oleh Al-Quran Al-Kariem berikut ini:

ويسألونك عن المحيض قل هو أذى فاعتزلوا النساء في المحيض ولا تقربوهن حتى يطهرن فإذا تطهرن فأتوهن من حيث أمركم الله إن الله يحب التوابين ويحب المتطهرين

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah: `Haidh itu adalah suatu kotoran`. Karena itu harus kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Bila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepadamu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.

Yang dimaksud dengan menjauhi mereka adalah tidak menyetubuhinya.

Sedangkan al-Hanabilah memungkinkan mencumbu wanita yang sedang haid pada bagian tubuh selain antara pusar dan lutut atau selama tidak terjadi persetubuhan. Hal itu didasari oleh sabda Rasulullah SAW ketika beliau ditanya tentang hukum mencumbui wanita yang sedang haid maka beliau menjawab:

وعن أنس رضي الله عنه أن اليهود كانت إذا حاضت المرأة فيهم لم يؤاكلوها, فقال النبي صلى الله عليه وسلم: اصنعوا كل شىء إلا النكاح, رواه مسلم

`Dari Anas ra. bahwa orang Yahudi bisa para wanita mereka mendapat haidh, tidak memberikan makanan. Rasulullah SAW bersabda, Lakukan segala yang kau mau kecuali hubungan badan.

وعن عائشة رضي الله عنها قالت: كان رسول الله صلى الله عليه وسلم يأمرني فأتزر, فيباشرني وأنا حائض, متفق عليه

Dari Aisyahra berkata, Rasulullah SAW memerintahkan aku untuk memakain sarung, beliau mencumbuku sedangkan aku dalam keadaan datang haidh.

Keharaman menyetubuhi wanita yang sedang haid ini tetap belangsung sampai wanita tersebut selesai dari haid dan selesai mandinya. Tidak cukup hanya selesai haid saja tetapi juga mandinya. Sebab di dalam al-Baqarah ayat 222 itu Allah menyebutkan bahwa wanita haid itu haram disetubuhi sampai mereka menjadi suci dan menjadi suci itu bukan sekedar berhentinya darah namun harus dengan mandi janabah, itu adalah pendapat al-Malikiyah dan as Syafi `iyah dan al-Hanafiyah .

wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Ahmad Sarwat, Lc.

Sumber : Yang Tidak Diperbolehkan Selama Masa Haid : http://assunnah.or.id

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: